Kamis, 27 November 2008

Menanyakan Kembali.............pemimpin.

Lihatlah Presiden Soekarno,kenanglah perjuangan Jenderal Sudirman,pahamilah pengorbanan dan pengabdian Hatta dan Syahrir. Mereka adalah putera-putera terbaik ibu pertiwi Indonesia dan masih banyak tokoh-tokoh hebat lain yang layak untuk kita jadikan teladan ditengah kehidupan Indonesia saat ini yang tengah krisis keteladanan. Sebenarnya apa yang membuat mereka begitu fenomenalnya? Jawabannya adalah idealisme dan Iman yang mereka pegang teguh. Idealisme untuk menjadi pelayan bagi rakyatnya,rela menangis darah sekalipun asal rakyat bisa tersenyum,serta rela mengurangi jam tidurnya demi kesejahteraan rakyat.

Idealisme mereka bukan sesuatu yang bisa ditukar dengan uang sebanyak apapun. Idealisme mereka adalah idealism untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.Idealisme mereka adalah pengabdian dan kerja keras untuk rakyat. Dan idealism mereka pulalah yang mampu membentuk karakter pemimpin idaman bangsa manapun. Karakter untuk mandiri,karakter untuk berkontribusi,karakter untuk bisa mengatakan tidak pada hal-hal yang mengganggu persatuan bangsa bukan karakter pengekor sejati,dan bukan pula karakter memperkaya diri tanpa ada rasa peduli.

Karakter bukanlah sebuah kata yang bisa dijelaskan secara sederhana. Ini bukan seperti harta yang bisa dihitung tapi merupakan hal yang sangat mendasar yang wajib dibutuhkan oleh seorang pemimpin. Karakter hanya akan muncul jika seseorang benar-benar memahami hakikat kehidupannya. Jiwa pengabdian social disertai semnagat untu terus mengembangkan diri akan membentuk karakter pemimpin yang tangguh dan progressive. Pikiran,hati,dan perilakunya mencerminkan sebuah perpaduan orchestra yang di-dirijeni iman yang kuat. Kejujuran,keadilan,kerja keras dan kecerdasan yang merupakan sifat para Nabi hendaknya menjadi nada-nada dan not-not yang selalu mengiringi alunan music kehidupan.

Soedirman,Nasution,Soekarno,Hatta adalah cerita lama yang hanya akan menjadi cerita pengantar tidur jika tidak kita hayati secara seksama. Mereka tak akan pernah hidup lagi untuk menggantikan pemimpin kita saat ini yang sudah dihinggapi virus-virus hedonism,premanisme,sekulerisme dan –isme,-isme lainnya yang akan menyengsarakan rakyatnya,tanggung jawabnya. Dan sekaranglah saatnya bagi kita sebagai generasi muda untuk menjadi suksesor Soekarno dan Soedirman selanjutnya. Pemuda yang oleh Soekarno maupun Imam Ali r.a diandalkan untuk menguasai dunia. Berikan aku sepuluh pemuda dan akan aku kuasai dunia,begitu kira-kira kata mereka. Yang kita perlukan sekarang adalah sikap optimism bahwa kita mampu bangkit. Ingat bahwa Indonesia adalah salah satu Negara yang diprediksi akan menjadi Negara maju selanjutnya.

Sikap-sikap kepemimpinan hendaknya mulai kita pupuk dari sekarang,mulai saat ini juga. Kejujuran,keadilan,sikap rela berkorban,dan teguh pendirian adalah hal-hal mendasar untuk menjadi pemimpin. Pemimpin itu bukan bakat lahir,tapi dia bisa dibentuk dan dicetak dengan pembinaan yang terstruktur dan konsisten serta memiliki visi yang gambling. Dan pada akhirnya impian untuk menjadikan Indonesia ini Negara yang maju akan menjadi kenyataan dibawah pimpinan anak-anak muda yang berkarakter dan humanis layaknya Mohammad Al Fatah yang menjadi pemimpin hebat diusianya ayang baru menginjak 24 tahun.

Tidak ada komentar: