Jumat, 14 November 2008

Menilik Permasalahan Kesehatan Indonesia

Menilik Permasalahan Kesehatan Indonesia

Masalah kesehatan adalah masalah sepanjang hidup manusia. Sebelum manusia mengenal masalah politik nasional,ekonomi dan permasalahan lain,masalah kesehatan sudah menjadi masalah bagi siapapun entah itu manusia purba atau manusia modern sekarang.Manusia dan bahkan hewan dan tumbuhan sekalipun tidak akan mampu berbuat hal yang lebih-kalau tidak mau dikatakan tidak bisa berbuat apa-apa- dalam hidupnya.Sehat jangan didefinisikan sebagai badan yang bebas dari penyakit tapi juga sehat dalam arti jiwa dan kehidupan social seseorang sehingga mampu unutk hidup lebih produktif secara social maupun ekonomis(UU No.23 tahun1992).Sehat bukan sekedar mengobati orang sakit ( curative care) tapi juga yang tidak boleh dilupakan adalah mencegah orang sehat menjadi sakit(preventive care). Dan antara usaha kuratif dan preventif ini harus berjalan secara seimbang saling mendukung sehingga akan tercapai bangsa yang sehat.

Menjadi sehat bukanlah suatu perkara yang mudah dan membutuhkan selain tenaga,pikiran tapi juga biaya yang tidak sedikit.Bisa dikatakan bahwa mutu kesehatan ditentukan juga oleh besarnya pembiayaan kesehatan(WHO 2002).Bukan bermaksud untuk memberikan sikap pesimistis terhadap perkembangan kesehatan tapi ini merupakan relitas di lapangan dan yang bukanlah suatu perkara mustahil untuk dilakukan asalkan ada kerjasama yang sinergis semua pihak. Pihak-pihak ini adalah pemerintah,health provider (pemberi pelayanan kesehatan),dan penerima pelayanan kesehatan (masyarakat umum).

Jika kita melihat kembali tujuan nasional bangsa Indonesia yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 yaitu “…melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,memajukan kesejahteraan umum….” Harusnya pemerintah sebagai sebagai penentu kebijakan merupakan salah satu actor penting dalam tercapainya kesehatan nasional. Peran pemerintah cukup domonan disini,seperti menetapkan SKN ( Sistem Kesehatan Nasional ) dan peraturan dan peraturan lainnya. Sekarang coba kita tanyakan pada diri kita sendiri,sudah maksimalkah peran pemerintah dalam menanggulangi masalah kesehatan di Negara kita ini. Saya cukup yakin bahwa hampir sebagian besar dari kita akan mengatakan bahwa peran pemerintah masih kurang dalam hal ini.

Hal ini bukan bermaksud untuk menyalahkan pemerintah dalam permasalahan kesehatan yang terjadi di Indonesia,tapi sebagai rakyat yang sangat berharap banyak pada pemerintah hal tersebut merupakan sikap yang wajar. Semua rakyat tentu berharap bahwa dengan pajak yang telah mereka bayarkan mendapatkan timbal balik berupa tercukupinya fasilitas umum seperti fasilitas kesehatan dan sebagainya.

Kita juga memahami bahwa pemerintah terus selalu berbenah dengan memunculkan program-program yang diharapkan mampu melayani masyarakat secara maksimal seperti program JPKM,Jamsos,Rumah sakit kelas tiga,JPM ,dan program-program sejenisnya. Namun yang terjadi dilapangan belum sesuai dengan harapan masyarakat. Mereka masih mengalami kesulitan dalam memperoleh pelayanan kesehatan terutama pada daerah-daerah yang terpencil. Masih ada kesenggangan antara daerah satu dengan yang lain. Misalnya di Yogyakarta anda akan menemukan praktek dokter baik umum maupun spesialis bertebaran dimana-mana,tapi coba bandingkan pada daerah di luar jawa yang anda harus berjalan puluhan kilometer unutk mendapatkan pelayanan kesehatan itupun baru pelayanan tingkat primer.

Pemerintah seharusnya memikirkan kembali kebijakan untuk tidak mewajibkan PTT di daerah-daerah terpencil. Karena program tersebut terbukti cukup efektif untuk pemerataan tenaga kesehatan. Jika program PTT tersebut dibebaskan maka dokter-dokter muda akan lebih senang untuk bekerja di daerah –daerah strategis seperti pulau Jawa daripada harus susah-susah merantau ke daerah-daerah llain di Indonesia.

Kita juga harus menyadari bahwa pelayanan kesehatan yang prima tidak akan di dapat hanya dengan peran pemerintah saja tapi membutuhkan partisipasi aktif dari semua pihak termasuk rakyat itu sendiri. Dan pemerintah sebagai pemeran utama juga harus berbenah diri untuk paling tidak mengevaluasi kembali kebijakan-kebijakan yang sudah dan akan dikeluarkan .Harapannya visi Indonesia Sehat 2010 bisa terlaksana untuk Indonesia yang lebih baik.

Tidak ada komentar: